Oleh: M. Luthfillah, M.Ag.
Ketua Pengurus SD Muhammadiyah 2 Babat, Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah PDM Lamongan, Ketua Komnas Pendidikan Kabupaten Lamongan.
sdmudababat.sch.id – Kehadiran generasi milenial tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat. Sejak usia muda, berbagai perangkat digital telah digunakan dalam aktivitas belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga mencari hiburan. Kondisi tersebut menjadikan generasi milenial sebagai kelompok yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap perubahan teknologi.
Namun, kemajuan teknologi juga menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Waktu yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif sering kali habis karena penggunaan media sosial yang berlebihan. Akibatnya, perhatian terhadap kebutuhan spiritual menjadi berkurang dan bahkan terkadang diabaikan.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu penggunaan layar oleh generasi milenial mencapai tujuh hingga sembilan jam setiap hari. Angka tersebut menggambarkan betapa besar porsi kehidupan yang saat ini dihabiskan di depan layar perangkat digital. Di sisi lain, waktu yang digunakan untuk salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memperdalam ilmu agama sering kali tidak memperoleh perhatian yang seimbang.
Muharram sebagai Momentum Evaluasi Diri
Datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah seharusnya tidak hanya dipandang sebagai pergantian tahun dalam kalender Islam. Momentum tersebut perlu dijadikan sarana untuk melakukan evaluasi terhadap kualitas kehidupan pribadi, sosial, dan spiritual. Setiap Muslim dituntut untuk menilai kembali arah perjalanan hidupnya agar tetap berada dalam koridor yang diridhai Allah Swt.
Hijrah yang dilakukan Nabi Muhammad saw. bukan sekadar perpindahan tempat dari Makkah ke Madinah. Perubahan besar telah ditunjukkan melalui hijrah tersebut dalam membangun peradaban yang lebih berkeadaban dan berlandaskan nilai-nilai ketuhanan. Oleh karena itu, makna hijrah perlu dipahami sebagai proses transformasi menuju keadaan yang lebih baik.
Dalam konteks kehidupan modern, hijrah dapat diwujudkan melalui perubahan cara memanfaatkan teknologi digital. Kebiasaan menggulir layar tanpa tujuan yang jelas perlu dikurangi secara bertahap. Selain itu, budaya berdebat tanpa dasar ilmu dan gaya hidup konsumtif yang berlebihan juga harus ditinggalkan.
Ancaman Kebodohan Digital
Kemajuan teknologi memang memberikan banyak kemudahan bagi manusia. Informasi dapat diakses dalam hitungan detik dan komunikasi dapat dilakukan tanpa batas ruang maupun waktu. Akan tetapi, kemudahan tersebut sering kali tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola diri secara bijaksana.
Banyak orang yang merasa sibuk sepanjang hari, tetapi sedikit hasil nyata yang berhasil dicapai. Waktu produktif perlahan-lahan tersita oleh konten hiburan yang sebenarnya tidak memberikan manfaat jangka panjang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi sumber kemajuan sekaligus penyebab kemunduran apabila tidak digunakan secara proporsional.
Kebodohan digital tidak selalu ditandai oleh rendahnya kemampuan menggunakan teknologi. Sebaliknya, kebodohan digital dapat muncul ketika teknologi digunakan secara berlebihan tanpa pertimbangan nilai, etika, dan tujuan yang jelas. Pada akhirnya, potensi besar yang dimiliki seseorang justru dapat terhambat oleh kebiasaan yang tidak produktif.
Taqarub di Era Digital
Pendekatan diri kepada Allah pada era digital tidak harus dilakukan dengan menjauhi teknologi. Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperluas dakwah, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat gerakan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Bahkan berbagai program kebaikan saat ini dapat dijalankan dengan lebih efektif melalui pemanfaatan platform digital yang tepat.
Pemanfaatan teknologi yang sehat harus didasarkan pada kesadaran bahwa perangkat digital hanyalah alat bantu kehidupan. Jangan sampai telepon pintar yang diciptakan untuk memudahkan manusia justru menjadi pusat perhatian yang mengendalikan seluruh aktivitas sehari-hari. Ketika hal tersebut terjadi, manusia berpotensi kehilangan kendali atas waktu dan prioritas hidupnya sendiri.
Karena itu, tahun baru Islam 1448 Hijriah layak dijadikan titik awal perubahan. Generasi milenial perlu membangun disiplin dalam mengatur waktu antara urusan dunia dan kebutuhan spiritual. Dengan demikian, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana meraih kemajuan tanpa mengurangi kedekatan kepada Allah Swt.
Saatnya Menentukan Pilihan
Masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan. Karakter, kedisiplinan, dan kemampuan mengelola waktu juga akan menentukan kualitas kehidupan seseorang. Mereka yang mampu menempatkan teknologi pada posisi yang tepat akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan zaman.
Muharram mengajarkan bahwa perubahan selalu dimulai dari keberanian mengambil keputusan. Setiap individu diberikan kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hidupnya. Kesempatan tersebut sebaiknya tidak disia-siakan hanya karena terlalu larut dalam dunia digital yang serba instan.
Kini saatnya generasi milenial melakukan hijrah digital yang sesungguhnya. Perangkat digital harus dijadikan alat untuk mendukung produktivitas, ibadah, dan kemanfaatan sosial. Dengan langkah tersebut, kita tidak akan menjadi budak notifikasi, melainkan menjadi tuan atas waktu yang telah dianugerahkan oleh Allah Swt.

